Berkeluh kesah akan apa yg ada, semua tergantung dalam dinding fikirku tuk meraih segala yg terbayang, yg teringinkan, namun semua itu terasa berat dalam pangkuan. Setidaknya aku tak lelah berjuang. Kiranya ada hal yg tergamangkan menjadi hal yg nyata dalam pikirku, entah sudah berapa lama hal itu menjadi sarapan pagiku.

Terpikir sejenak dalam anganku, seandainya ku bisa berkomunikasi denganMu Tuhan tentang keluh kesah itu, kuakan lakukan apapun, namun dalam anganku hanyalah seperti ini :

Tuhaaaaaaaaaaaaaannnnnn………. Apalah ini semua?!

Aku ingin menelponmu Tuhan, lalu kita membuat janji untuk bertemu di pojok sunyi. Banyak hal ingin aku presentasikan di depanMu tentang rencana-rencana masa depanku. KAMU tahu kenapa aku ingin kita bertemu? Karena sudah lama KAMU tak pernah membalas sms-sms yang kukirim sehari 5 kali itu. Aku sebenarnya tahu KAMU tak begitu respect dengan sms, tapi aku tak mampu membeli tiket iman untuk berinteraksi denganMu lewat cara yang lebih baik.

Seperti itulah yg tergambar, hanya sketsa yg tak mampu menjadi gambar yg apik dalam sebuah kehidupan. Sekedar hal yg tak mungkin menjadi dimensi yg tercipta dalam alam sadarku. Apakah ini bisa, hatiku berkata “bisa.”

Kuharap tak semua harapan dan inginku tergagalkan, setidaknya 1-2 hal dapat terkabulkan, kuakan terus mengirimkan sms-smsku sehari 5 kali itu padaMu.

Iklan