Setelah lama hilang dari peredaran, akhirnya saya mencoba menampilkan karya dari Ghea Regina A. Mari disimak saja….. :*

========================================

Rasa Malu

 

Aku malu pada diriku

Kaca seakan terpaksa tampilanku

Begitu gelap warna tubuh

Sesak nafas jalar paru

 

Aku malu pada senyumku

Bibir itu pait rasa penuh racun

Ejek diri dengan lugu

Celotehku nomor satu

 

Aku malu pada sifatku

Diam dalam bisu kepala dua

Bagai keledai dalam sarang

Jatuh lautan benciku

 

Aku malu pada maluku

Telanjang ala peliharaan

Kelakar hawa dalam nafsu

Aku malu, malu aku

 ========================================

Dalam pagiku

 

Aku diam buka pintu

Hirup hak paruku

Sebelum hilang

Tercampur racun

 

Andai semua begini

Selalu seperti ini

Tanpa ada ruang yang sekat waktu

Hak paruku tak terampas batuk

 ========================================

Jalan Di Atas Tali

 

Jalan di atas tali

Tanpa pegangan

Usaha ekstra diri

Agar tak lekas hempas

 

Jalan di atas tali

Jaga seimbang

Pelan dan pasti

Untuk tempat yang pas

 

Tembok di depan

Jadi penghalang terakhir

Lelah sudah tak rasa

Setengah mati sudah diri ini

 ========================================

Kau dan Aku

 

Cinta

Bukan hanya sekedar manis

Bukan hanya indah

Tapi ada sisi lain

 

Cinta

Rasa dalam hati

Rasa dalam warna

Tapi ada duri

 

Cinta

Butuh ketulusan

Butuh keikhlasan

Dan juga pengorbanan

 

Cinta

Dua hati, satu jiwa

Kau dan aku

========================================

Sarjana I

Satu koma lima

Jiwaku dalam nilai tukar

Label nama yang kuanggap dewasa

Ternyata sangat ini itu

 

Satu koma lima

Penghargaan atas jiwaku

Juang lama dalam tata cara

Prosedur penuh ini itu

 

Oh…jiwaku dengan label empat tahun

Hanyut dalam pahit kenyataan

Senyum, tawa dan air mata

Satu rasa utuh batinku

 

Satu koma lima oh..jiwaku

Dalam empat tahun mengejar

Satu koma lima jiwaku

Label sebuah capaian

: sarjana

========================================

Surat untuk Tuhan

 

Aku ingin tulis surat

Untuk Tuhan

Dari hati, dari jiwa

Meski rahasia

 

Dia tahu sudah

Namun kuingin tetap

Tulis surat itu

Untuk Tuhan

 

Harapku, terbalas

Dia pasti punya rencana

Surat untuk Tuhan

Dariku

Kukirim lewat doa

 

Tiap waktuku

Lima kali, satu harap

Tuhan…

Tolong baca surat dariku.

 ========================================

Kita

 

Bahasa cinta dalam ikatan

Kata cinta dalam hati

Lautan cinta milik kita

Tak ada yang lain

 

Jika Romeo dengan Juliet

Kita bisa dengan berduet

Tak ada racun

Damai dan tetap hidup

 

Kau dan Aku

Terukir nama di Raja hari

 ========================================

Seperti Piano

 

Denting nada rendah dan tinggi

Dalam warna hitam dan putih

Nafas ini diberi

Seperti air

 

Isi bumi penuh arti

Ada kalanya hiasi banjir

Jiwa ini berdiri

Tak mudah

 

Tak akan pernah

Membentuk delapan bagai roda

Berputar tak pasti

Dan ada akhir

 ========================================

Aku Sayang Dia

 

Ingin kuteriakkan kata

Agar dunia mendengar

Kata yang membentuk kalimat

Tentang satu hal

 

Kata yang akan menjadi

Hingar bingar dalam waktu

Yang sangat panjang

Menjadi trending topik

 

Seantero jagad menggema hingga

Kedalam lapisan tanah

Bangkitkan semut, cacing, dan rayap dari mimpinya

Jatuhkan burung yang sedang menari di awan

Lalu membunuh telinga-telinga

Para pendosa dunia

Membakar rumah siputnya

Jadikan mereka hampa dalam suara

Sepi dalam nada dan kosong

Dalam pelangi melodi

Kata itu adalah aku sayang dia.

 ========================================

Dengan Air Mata

 

Dengan air mata aku meminta

Penuh rasa tulus tanpa harap lebih

Meski tak utuh sepertinya

Yang rela pertaruhkan nyawa

 

Dengan air mata aku memohon

Penuh keikhlasan tanpa balas jasa

Meski selalu dapat jawaban

Yang lebih dari pinta

 

Aku… bukan apa-apa

Aku… hanyalah kecil

Kau… adalah segala

Dan kau… selalu di hati

 

Rindu, aku rindu

Dalam doa aku katakan

Doa yang tak bisa lebih darimu

Ikhlas, tulus, murni dan

Dengan air mata

========================================

Cinta dan Rindu dalam Doaku               

 

Aku tergugu melihatmu

Tersudut dalam ruang jiwa

Sudah lama aku lupa

Rasanya dekapan hangatmu

 

Aku menggugu memandangmu

Terasing dalam isak tangis

Sudah jauh kau pergi

Tinggal kenangan indahmu

 

Masih kuingat jelas katamu

Selalu yang terbaik mengalun

Indah bagai denting piano

Kau… mainkan nada dalam simpuh

Ada nama dalam tiap doamu

 

Aku, namaku kau sebut

Masih kusimpan utuh janjiku

Selalu yang terbaik menderap

Putih bagai salju turun

Aku… coba iringi melodi dalam pinta

Ada rasa ingin memelukmu

Kau segalanya bagiku

 

Aku di sini

Memandangmu dalam hati

Berharap akan datang rasa

Rasa kasihmu yang hangat

Membelaiku seperti dulu        

========================================

Dosa

 

Akulah pasir di lautan

Tersebar, tertimbun di mana saja

Air tak sanggup

Buat negatif jumlah utuhku

 

Pun kudebu di udara

Terhirup, terhembus setiap jiwa

Masker tak mampu

Tahanku masuk paru

 

Aku selalu

Akan ada di hatimu

Rayu dirimu

Penuh pesonaku

 

Hanya yang kuat

Rekat batasku

Erat terjaga

Bui diriku

 

Namun aku tak sedih

Lautan kau seperti kacang

Gembala gelak, jiwa api

Pasti binasa

 ========================================

Sarjana II

 

Angan tinggi capai nirwana

Peluk langkah empat tahun

Segerakan jual angan itu

Dalam slogan “membutuhkan”

 

Inilah hidup sebenarnya

Setelah empat tahun

Banting lelah penuh basah

Tempuh air mataku

 

Lempar sana, lempar sini

Panggil sana, panggil sini

Lautan lubang menghalang

Aku pelan

 

Lepas sana, lepas sini

Tarik sana, tarik sini

Jurang datang sebagai pahlawan

Aku heran

 ========================================

Dengan Air Mata

 

Dengan air mata aku meminta

Penuh rasa tulus tanpa harap lebih

Meski tak utuh sepertinya

Yang rela pertaruhkan nyawa

 

Dengan air mata aku memohon

Penuh keikhlasan tanpa balas jasa

Meski selalu dapat jawaban

Yang lebih dari pinta

 

Aku… bukan apa-apa

Aku… hanyalah kecil

Kau… adalah segala

Dan kau… selalu di hati

 

Rindu, aku rindu

Dalam doa aku katakan

Doa yang tak bisa lebih darimu

Ikhlas, tulus, murni dan

Dengan air mata

========================================

Kewajibanku

 

Keringat deras

Kuyup di badan

Tak jua jera

Lari tanpa jeda

 

Terus kejar

Lelah tak pernah ada

Air mata datang

Penuh bahagia

 

Aku dan cinta

Masa akan datang

Hanya doa

Jadi nutrisi jiwa

 

Oh… Tuhan

Kuatkan hamba

Terus melangkah

Demi dunia akhirat

========================================

Puasa

 

Tak ingin hampa

Lelah hari hanya

Punya arti sisa-sia

Apalagi noda

 

Dengan doa di hati

Niat ikhlas tanpa pamrih

Niscahya kelas ada arti

Diterima sudah hari ini

Tak hanya lelah hari.

 ========================================

Apa itu Cinta…?

 

Ketika datang ia memberikan rasa bahagia

Tapi, ia juga bisa memberikan kedustaan

Cinta dapat indah

Mengubah hidup seseorang menjadi senang

 

Cinta

Ia bisa membuat orang menjadi gila

Lupa daratan, lupa haluan

Dari tingkah dan gerak-gerik bisa menjadi aneh

Heran, bahkan tak percaya

Semua orang pasti merasakan apa itu cinta…?

 

Sebuah lembah asmara nan indah

Bahkan mencoba permainan cinta

Yang tidak akan dilupa sepanjang masa

 

Oh… cinta

Tersenyum dalam angan

Tertawa di hati riang

Terpingkal-pingkal

Sampai terjatuh tak terasa sakitnya

 

Cinta…cinta

Begitu banyak makna yang kau punya

Tapi apabila kita sedang jatuh cinta

Tak banyak kata yang bisa kita ucapkan melainkan untuk mengungkapkannya

 ========================================

Guruku, Semangatku

 

Aku tak tahu itu

Aku tak mengerti itu

Aku tak paham itu

Bahkan aku tak tahu apa-apa

 

Sedikit huruf, sedikit kata

Kau yang mengajarkan

Sedikit kalimat, sedikit cerita

Kau yang menjelaskan

 

Guruku…

Penuh semangat, kau ajari aku

Penuh keikhlasan kau membimbingku

Rasa sayangmu mengalir disepanjang hariku

Semangat belajarku, semangat jiwaku

Untuk lebih tahu ilmu

 

Oh Guruku…

Engkau pelitaku didalam kegelapanku akan ilmu

Engkau pahlawan tanpa tanda jasa

Engkau seperti embun yang selalu memberiku kesegaran

Dengan itu semua kau telah memberiku

Sepucuk penjelasan

 

Oh Guruku…

Kau kusayangi, dan kukasihi

Terima kasih Guruku

Untuk membalas kebaikanmu

Yang telah mengajariku dari ketidaktahuanku

 ========================================

Ibu

 

Ibu

Sujud maafku untukmu

Linang air mataku karenamu

Segalaku bagimu

 

Ibu

Jerit tangisku padamu

Betapa rasaku hanya untukmu

Kau segala bagiku

 

Ibu

Surgaku di kakimu

Aku tak ada tanpamu

Bukan apa-apa tanpa tanganmu

 

Suci katamu

Doakan diriku

Ibu

Aku rela lebih dari mati untukmu

 ========================================

Sekian karya-karyanya yang akan diikutkan dalam lomba. Karena tak ada kata-kata lain yang dapat terangkai, maka saya ucapkan :  Terima kasih.