Entah mengapa di sela semua kegiatanku dalam tulis menulis, seorang sahabat, teman SMAku, menggoretkan tintanya. Beberapa terlihat ada dalam pesan FBku, darinya yang berisi sebuah curahan, katanya.

Taztia Tita An-nur, begitu nama pena sahabatku ini. Ia meminta untuk menitipkan tulisannya dalam dinding sederhana wordpressku. Entah mengapa demikian..

Langsung saja kita meluncur pada tintanya…

8 April

Hujan melanda bumi yang sekian lama gersang
Ditengah pelukan sang paduka malam..
Aku merenung menanti keajaiban cinta yang tak kunjung datang
Cinta ini tak jua terjawab
Rindu ini masih menanti waktunya

Dilema masih memasung kebebasanku dalam memilih
Menentukan cinta siapa pun,aku juga tak sanggup
aku ingin cepat menggapai masa depanku
agar kegundahan ini segera luluh lantah

aku ingin melihat hari esok-ku
agar keresahan ini temggelam dalam kenangan
sungguh ini begitu menyiksa
kegelisahan tak kunjung pergi
aku terhentak saat melihat masa depanku yang masih jauh didepan
aku terenyuh melihat diri yang masih terkurung dal remah gelisah

sampai kapan aku begini……??????
menanti jawaban atas cinta sejati

nuy…..

Bintang menari dalam cahaya…
Bulan mengintip dibalik awan dengan pesonanya…
Dalam dekapan malam,aku terdiam
Bibirku bisu hingga tak dapat bercerita pada langit
Dewi malam seakan melihatku heran…

Detik mengajakku berdansa…
Menit memintaku berlenggok pada khayalan
Jam memaksaku mengingat akan peristiwa yang baru ku alami,

Kebahagiaan itu kembali bersandang direlung hati
Hasrat cinta hadir membawa buah tangan yang membahagiakan
Kata β€œsayang” itu terucap,…
Meremukkan semua keraguan akan cinta yang seakan tak terbalas
Perjalanan rinduku berujung pada muara penuh canda tawa

Inikah jawaban atas isyarat hati yang kau beri?
Atau hanya cerita indah yang tak panjang dalam berdurasi
Semoga takdir membawa berita indah…
Agar jiwa terbebas dari lembah gundah,

————————————————————————————

17 April (20:45)

Aku menyayangimu….
Meski hatimu begitu keras melebihi karang
Aku menyayangimu…
Meski egomu begitu besar melebihi samudra yang membentang
Aku tetap menyayangimu…
Meski suatu hari nanti kau pergi menghilang

Aku kan menunggumu…
Meski semua orang tak lagi mengharap kedatanganmu
Aku kan menunggumu…
Meski semua orang telah jenuh melihatmu
Aku kan tetap menunggumu…
Meski kau tak dapat pastikan,kapan kan kembali
Harapan ini begitu nyata…
Bahkan jauh lebih nyata dari siang dan malam yang terus berganti
Dan Asa ini masih tersiasa…
Seperti fajar yang tak dapat menyingsing sebelum bulan pergi
Aku tak peduli…
Saat orang-orang berbicara tentang mimpiku yang makin semu..
Seperti cakrawala yang terdiam pada situasi antara ada dan tiada
Aku hanya ingin tunjukan pada dunia..
Bahwa masih ada harapan tentang cinta,
Yang berkarang pada dinding hatiku,.Yang hampir beku…

——————————————————————————

17 April (20: 55)

Rindu ini semakin membelenggu,
Mengikat anganku dalam sebuah harapan yang tak pasti,

Tatapan matamu membayangi kelopak mataku
Bayang dirimu telah memenuhi dimensi fikiranku
Bahkan sunggingan senyum bibirmupun,
Semakin nampak terlihat oleh mata hatiku

Raga kita memang tak berjumpa,
Suaramu tak kudengar dengan indera telinga
Namun..cinta itu terus terasa,
Lensa mata hatiku tak bisa menepis semua isyarat cinta darimu,
Isyarat cinta yang selalu kau junjung ketulusannya

Akankah harapan-harapanku bisa bersua dengan kenyataan?
Ataukah keinginan ini harus ku kubur bersama kenangan?

Kuharap, suratan takdir menuliskan keadilan untuk cinta ini…
Agar cintaku,tak hanya tertoreh pada cerita indah yang semu…

 

Begitulah adanya, sebuah curahan, katanya si empunya tulisan. Sekian, terima kasih. Katanya masih banyak, mungkin nanti akan berlanjut di lain postingan, harap yang menunggu untuk sabar ya πŸ˜€