Aku terbangun pukul 16.00, berharap semua mimpi ini cepat berlalu, berharap semua ini memanglah mimpi. Kumembuka mata dengan tetesan embun yang mengering di sudutnya sambil mengingat kembali 4 jam yang telah lama berputar.

Empat orang berdiri di depanku, lima lainnya menjadi penonton aksiku 4 jam yang lalu. Kosong isi otakku kala itu, menjawab semua yang tertahan di tenggorokanku. Tak ada denyut jantung yang cepat, tak ada rasa dingin yang menyerang, hanyalah pertanyaan yang menyudutkanku menjadi seekor dongki di sana.

“Ditunda.” begitu kiranya kata-kata yang masih sempat teringat. Semua berhenti berlalu, kuterpaku dalam bidang datar bahasa hati ini, hati yang sudah lelah menghadapi panjangnya jalan berkelok ini. Hanyalah semangat dan dukungan dari beberapa sahabat yang membuatku masih tegar berdiri menghadapi segala bentuk ujian ini.

Sebuah tepukan pundak dari sahabatku dan senyumnya yang seakan memberi tanda bahwa semua akan baik-baik saja, terpotret dalam memori. Seakan dia ingin menyampaikan bahwa tak terjadi apa-apa di dalam tadi. Semua terasa seperti tamparan yang keras, bukan pada kedua belah pipi, namun pada hati yang telah rapuh dalam lelah yang tinggi.

“Ini tidak termasuk di dalam pekerjaanmu, hanya tugas saja. Jika sudah, menghadap saya dan buktikan semua sudah dilaksanakan.” ucapan datar dari sang penaklukku saat itu. Belum lagi salah satu dari empat orang di depanku beberapa kali tertawa. Ngece.

Bukan salah mereka, dan mungkin tak ada yang salah. Hanyalah sebuah kalimat yang mengalir dari hatiku sejak lama : engkau yang menanam, engkau pula yang menuai. Warna hitam kini membelengguku, menyelimuti barisan sinar terang yang mencoba masuk ke dalam jiwaku. Hah, sudahlah semua sudah terjadi. Kusyukuri saja semua ini, Allah memberi cobaan kepada makhluknya, cobaan yang pasti mampu dilaluinya. Pasti kubisa !

***

Seorang sahabat selalu membesarkan hati sahabatnya di kala kekecewaan datang menyerta. Begitulah semua ini menjadi pelajaran untukku, banyak saran, motivasi dan semangat mengalir untukku. Saat kau gagal dalam satu hal, hanya satu hal yang harus dilakukan, coba lagi. Dan jika kamu ingin melakukan hal yang belum pernah dilakukan, kamu harus berani melakukan sesuatu hal yang memang belum pernah kamu lakukan.[*]

By: Nirman Munir