Hari itu, 24 juni, sangat melelahkan. Melakukan sesuatu yang bukan menjadi keinginan hati, namun harus dilakukan demi sesuatu yang mesti dicapai. Berbekal beberapa lembar kertas dan sebatang pena di tangan, serta memasang muka tebal menjadi senjata andalan.
Keliling universitas hanya demi mencari data kantin, eh bukan tapi sang penjamah makanannya, bisa disebut juga adalah data dari sang pengolah makanan dari kantin-kantin se-universitas. Mubeng ngalor-ngidul, dari pukul 10 tenk dikit, bersama anggota sternum, sampai kira-kira pukul 3 sore. Eits, sebelumnya dipotong dulu untuk salah satu SMS 5 kali sehari, yang pada hari itu adalah jum’atan.
Sebagian besar takut diapa-apake, padahal cuma nanya biodata tok, yah begitulah kesalahan menilai maksud dari kami. Padahal golok pun saya tak punya, tapi ga tahu dah kalo temanku itu hihihihi šŸ˜€

Satu hal yang perlu dicatat dalam petualangan itu, panas!!!! Semarang kok koyo ngene saiki???? Mau nandingi Jakarta x yak???heheheh šŸ˜›

Oh iya lupa, sekedar menginformasikan buat yang tahu, di kantin rektorat ada yang mau buru-buru kawin, soale beli gado-gado asin beud…. šŸ˜€
Okok, sekian dulu dah nulas-nulisnya, selebihnya tambahin sendiri aja kalo kurang, nek emang gelem hohohoho….

bukan seberapa cepat kamu mengerjakan sesuatu, tapi bagaimana kamu menikmati apa yang kamu kerjakan” Nirman Munir

Iklan