Hai semua, kalian pasti pernahkan merasakan kesal, bete, perasaan campur aduk lainnya yang tak tertahankan, tapi khususnya amarah/marah?
Ya itulah yang siang ini saya alami, karena satu dan dua hal yang membuat semua menjadi seperti itu. Meski sudah coba untuk Istighfar sebanyak-banyaknya namun tetap saja perasaan itu menggumpal dalam hati, ingin dimuntahkan namun tak bisa. Serasa ingin memukul sesuatu atau membanting sesuatu.
Sepertinya kejadian hari ini menjadi penyebab semuanya, setelah semua yang direncanakan menjadi buyar tak karuan. Mungkin setan dalam hati sedang mencoba menguasai diri ini. Meski katanya wudhu dapat menghilangkan, karena setan adalah api dan wudhu adalah air, pemadaman amarah, kesal dan sebagainya yang dikarenakan oleh setan dapat terjadi, namun yang ada saya tetap tak bisa menghilangkannya.
namun di sini saya ingin menyampaikan tentang tips menghilangkan marah ala Rasulullah, itung-itung sama-sama belajar…

cara menghilangkan marah ala Rasulullah

 Rasulullah memberikan beberapa resep yang bisa kita amalkan.
  1. bila engkau marah bacalah taawwudz (a’udzubillahi minasy syaithaanir rajiim). Karena pada hakikatnya perasaan marah adalah dorongan dari syetan. Hal ini dinyatakan dalam hadits berikut: Dua orang saling mengejek didekat Nabi Shallallahu alaihi wasallam, lalu salah seorang darinya mulai marah. Nabi Shallallahu alaihi wasallam memandang kepadanya, dan berkata, “Sungguh aku ingin mengajari suatu ucapan yang seandainya ia ucapkan tentu hal itu (kemarahannya) akan hilang darinya. Yaitu aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.” Lalu seorang yang mendengar (perkataan) Nabi tersebut berdiri dan menghadap orang tersebut dan berkata,”Apakah kamu mengerti pernyataan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam tadi?” ia menjawab,”Apakah kamu pandang saya ini gila?” (Riwayat Muslim).
  2. bila engkau marah, maka berusalah untuk diam atau tidak banyak bicara, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam, “Apabila salah seorang di antara kamu marah, maka diamlah!” (Riwayat Ahmad)
  3. bila engkau marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah. Bila duduk masih marah, maka berbaringlah. Karena Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda; “Maka apabila salah seorang diantaramu marah dalam keadaan berdiri,duduklah, dana apabila dalam keadaan duduk, berbaringlah!” (Riwayat Abu Daud).
  4. bila ketiga upaya diatas belum membuahkan hasil, maka berwudhu’lah, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam, “Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan terbuat dari api, dan api hanya bisa dipadamkan oleh air. Oleh karena itu, apabila seorang diantara kamu marah, maka berwudhu’lah!” (Riwayat Abu Daud).
(disalin ulang dari majalah Nikah Volume 6, November 2007)Mudah-mudahan tips diatas berguna untuk kita semua. Amien.
Iklan